Art Freedom ke 7 : Ruang Berekspresi UKM Seni Rupa Merayakan Ulang Tahun Sekaligus Memperingati Hari Aids

Pameran Art Freedom UKM Seni Rupa UIN Saizu


LPM Saka, Purwokerto - "Manifest" diusung menjadi tema pameran seni rupa Art Freedom ke-7 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa (Senru)  Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto di Gedung Study Center (GSC) pada Rabu (30/11/2022). Sebanyak lebih dari 50 karya dipamerkan dalam acara art freedom ke-7 kali ini.


Ketua UKM Senru, Adriansyah menuturkan "Manifest" dipilih menjadi tema pameran karena diharapkan pameran ini bisa menjadi wadah untuk menuangkan karya teman teman anggota Senru.


"Kita ambil tema Manifest karena agar lebih cair, cair dalam artian bisa mewadahi karya teman-teman yang beragam. Manifest kan dalam KBBI artinya pernyataan untuk mencapai tujuan tertentu. Nah, art freedom kali ini bertema manifest agar bisa mewadahi teman-teman supaya setiap karyanya memiliki pesan unik yang dapat dipamerkan" Jelasnya.


Dalam kegiatan art freedom kali ini bukan hanya sebagai ajang anggota UKM Senru dalam memamerkan karya mereka, namun kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memperingati ulang tahun UKM Senru sekaligus memperingati hari aids sedunia. 


Menurut Adriansyah, karya-karya yang dipamerkan tidak dibatasi tema nya, tetapi setiap karya yang dipamerkan tersebut memiliki filosofi dan pesan uniknya tersendiri. Karya yang dipamerkan meliputi lukisan, foto, hingga instalasi yang 90% merupakan karya dari anggota senru. Selain karya dari UKM Senru, terdapat juga beberapa karya sumbangan dari UKM atau pihak lain.


Pameran yang berlangsung selama 4 hari ini dimulai sejak 30 November hingga 03 Desember, memiliki serangkaian acara yang beragam, seperti workshop fotography, art work, karya cukil, diskusi seni, art exhibition, live mural dan puncaknya ditutup dengan performing art.


Suasana lokasi pameran UKM Seni Rupa


Dalam mensukseskan kegiatan ini, Hasan selaku ketua panitia mengaku memerlukan waktu persiapan kurang lebih 2 bulan. Selain itu, Dalam menggelar acara pameran ini, hal yang menjadi kesulitan terbesar adalah dana dan peralatan. "Sebenarnya kalau ada dana semua gampang. Permasalahan utama itu adalah dana, karena kurang maksimal" Ujarnya.


Salah seorang pengunjung pameran, Adam Athur, mengungkap dirinya mengunjungi pameran ini dengan tujuan menikmati seni rupa sekaligus merefresh otak agar tidak jenuh dengan kegiatan perkuliahan. "Pameran ini bagus, UKM Senru juga terbuka tidak membatasi siapapun yang ingin memamerkan hasil karyanya. Setiap pameran juga selalu ada peningkatan semakin bagus" ungkap athur.


Dalam kesempatan tersebut, athur juga mengungkapkan harapanya agar kedepanya seni rupa bisa dinikmati semua orang dan dengan berbagai cara, tak terkecuali secara digital.


“Harapannya art freedom hari ini bisa jadi penggerak, bisa jadi tombak buat temen-temen UKM Senru kedepannya bisa bikin pameran yang lebih punya hal-hal baru atau trobosan-trobosan baru  atau corak-corak kesenian yang baru, tetep dijaga solidaritas teman-teman UKM Senru”  Ungkap Andriansyah diakhiri dengan senyum.


Reporter : Mochammad Azril Elkautsar, Nafrotul Izza, Khasna Fadila (Jurnalis Muda)

Editor : Aida Fitriani

Post a Comment

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Previous Post Next Post