UKM Senru: Lestarikan Alam dan Budaya Lewat Karya


Pameran Karya Art Freedom 5 "Natura Kultural" pada Senin (3/12).
Purwokerto, LPM SAKA – “Natura Kultural, konsep pameran natural dan kultural. Sekarang manusia mulai semena-mena dengan alam, melalui karya kita mencoba menyadarkan, khususnya bagi kami UKM Senru agar bisa lebih menjaga alam.” Ujar Dio Bakti Laksono, Ketua panitia pameran karya Art Freedom ketika ditemui dilokasi pameran, Gedung Student Center (GSC) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Senin (3/12). 

Pameran karya Art Freedom 5 ini digelar dari 1 Desember hingga 5 Desember 2018, yang juga merupakan perayaan hari jadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa. Sesuai dengan tema yang diangkat, konsep dalam pameran karya tersebut lebih menekankan tentang alam dan budaya. Berangkat dari sebuah keresahan atas berbagai permasalahan lingkungan, alam dan budaya yang terjadi disekitar.

Dalam Pameran yang berlangsung selama lima hari tersebut, pengunjung tidak hanya disuguhi karya namun juga dapat belajar langsung terkait pembuatan karya melalui berbagai kegiatan lain seperti workshop fotografi, diskusi pengkaryaan, diskusi kebudayaan, workshop cukil, dan mural dalam rangkaian acara pameran tersebut. Dan terakhir ditutup dengan  performing art. 

“Menurutku bagus, ngga sekedar liat-liat aja, kita juga dapat info dapet ilmunya juga,” ungkap Ria Ayu, salah satu pengunjung pameran. 

Menurut Dio, selain sebagai ajang ekspresi, tujuan dari pameran tersebut juga untuk menambah semangat bagi tiap anggota Senru dalam berkarya dan melatih keterampilan mereka. Dan bahwa dari pameran tersebut ada pesan dari setiap karya, dimana semua orang harus menjaga dan melestarikan alam.

Sementara itu, ketua UKM Senru, Nia menyampaikan, bahwa harapan dari acara tahunan ini agar anggota Senru sebelum keluar dari kampus, mereka mempunyai sesuatu yang bisa ditinggalkan. Karena untuk anggota Senru sendiri, acara-acara pameran itu merupakan track record bagi mereka dalam menghasilkan karya-karyanya. 

Reporter          : Wilujeng Nurani
Editor              : Fania Hayah

2 comments:

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Powered by Blogger.