Penjelasan TIPD Soal Subsidi Kuota Gratis Bagi Mahasiswa

Sumber Ilustrasi: technologue.id


LPM Saka, Purwokerto Sistem kuliah daring di tengah pandemi Covid-19 membuat mahasiswa mengalami kendala, salah satunya kuota dan jaringan internet. Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) IAIN Purwokerto terus melakukan upaya pemberian subsidi kouta bagi mahasiswa. 

Ketua TIPD IAIN Purwokerto, Fajar Hardoyono mengaku, sampai saat ini tim TIPD masih terus berupaya memperoleh kuota internet dari provider seluler. Sempat beredar kabar pembatalan pemberian subsidi kuota, Fajar menjelaskan hal tersebut belum keputusan final. Lantaran masih tahap komunikasi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan provider Telkomsel, namun sampai saat ini pihak telkomsel belum bisa mengaktivasi,” ungkapnya saat dihubungi LPM Saka, Kamis (16/42020).

Sementara ini, Telkomsel membatasi 130 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia yang didaftarkan program kuota 30 GB 0 rupiah untuk akses ilmupedia. Selain itu, Telkomsel juga akan melihat efektivitas penggunaan kuota tersebut untuk e-learning.

“Selain Telkomsel, kami juga sudah masuk daftar antrian kampus yang hendak diikutkan program akses 30 GB kuota edukasi 0 rupiah dari provider Indosat dalam waktu dekat,” ujarnya.

Wakil Rektor II IAIN Purwokerto, H. Ridwan mengatakan, sampai sekarang masih belum diputuskan oleh Kementerian Agama tentang subsidi kuota atau diskon pemotongan UKT. Forum Rektor se-PTKIN sedang mengajukan usulan kepada Menteri Agama terkait bantuan untuk mahasiswa selama kuliah daring.

“Kemarin sudah ada skema bantuan diskon UKT minimal sebesar 10%. Tapi ditolak oleh Forum Rektor PTKIN, dan masih negosiasi dengan Menteri Agama,” jelasnya saat dihubungi LPM Saka, Rabu (15/4/2020).

Beliau menambahkan, dari pimpinan juga masih menunggu anggaran biaya mana yang harus dipangkas, akan ada kebijakan pemangkasan anggaran besar untuk penanganan Covid-19 oleh pemerintah pusat. “Karena untuk merubah anggaran harus ada proses revisi dulu dan ini birokrasi negara,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kamaruddin Amin menghimbau kepada pimpinan di setiap perguruan tinggi Islam harus mengambil langkah strategis. Terutama terkait penggunaan paket kuota atau akses bebas mahasiswa dan dosen selama perkuliahan lewat daring yang tertulis dalam surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam.

Reporter          : Lili Khoeriyah
Editor              : Wahid Fahrur Annas



No comments

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Powered by Blogger.