Menyelidiki Teka-Teki Situs Web Pemiluwa

 

Ilustrasi: Pinterest.com


Analisis, LPM Saka – Vendor di balik situs web www.ppmiainpwt.com masih meninggalkan tanda tanya. Sebab, vendor yang ditengarai sebagai pihak pertama, tidak ada lagi hubungan kerja sama. Dari hasil analisis LPM Saka dibantu oleh ahli Information Technology (IT) yang namanya enggan disebutkan, kami merangkum beberapa fakta dari situs web tersebut.

Situs web www.ppmiainpwt.com menggunakan Content Management System (CMS) Blogger.com. Dalam hal ini, CMS berfungsi sebagai perangkat lunak yang membantu untuk membuat, mengatur, dan mengubah konten di dalam situs web tanpa memerlukan pengetahuan teknis yang khusus. Secara pragmatis, CMS cenderung sebagai perangkat lunak instan yang disediakan di internet.

Blogger.com merupakan platform penyedia akun situs web gratis. Di mana dalam platform tersebut, kita bisa mengunggah beragam konten dalam bentuk blog. Situs web yang menggunakan platform ini biasanya akan mempunyai sub domain .blogspot.com. Apabila dibuka di Indonesia, situs web akan beralamat blogspot.co.id. Untuk mempunyai alamat lain, pengelola mesti membeli domain.

Ada beragam domain dengan kebutuhan masing-masing. Tergantung jenis situs web apa yang akan dibangun. Biasanya, pengelola situs web asal Indonesia akan menggunakan .id, karena dianggap lebih aman. Sementara hasil pantauan kami menggunakan tool whois dan search dns netcraft, ternyata situs web PPM menggunakan domain .com yang dibeli dari Rumah Web. Harganya cukup terjangkau, hanya sebesar Rp 125.000. Domain tersebut diregistrasi pada Jumat (01/01/2021).


Selanjutnya, dari situs web www.ppmiainpwt.com, kami juga menemukan footer credits dengan nama TemplateYard. Setelah kami telusuri, kami menemukan halaman disediakannya template tersebut di https://www.templatesyard.com/2020/06/ultramag-blogger-template.html. Di halaman tersebut ada dua versi template, yaitu free dan premium. Salah satu keunggulan dari premium yakni dapat menghilangkan footer credits. Artinya, template yang digunakan www.ppmiainpwt.com masih menggunakan free version, karena masih terdapat footer credits di bawah halaman. 

 



Menampung “Suara” Mahasiswa

Agar bisa menggunakan hak pilihnya, seluruh mahasiswa harus menginput Daftar Pemilih Tetap (DPT). Caranya, mahasiswa menyiapkan data diri dan foto KTM (swafoto dengan KTM yang dimiliki). Kemudian, kunjungi situs web www.ppmiainpwt.com dan pilih menu INPUT DPT. Terakhir, mahasiswa akan digiring ke laman google form yang alamatnya disematkan pada menu tersebut. Untuk menggunakan template form ini, vendor tidak perlu mengeluarkan biaya.

Sesuai alur Pemiluwa, voting akan dilaksanakan melalui situs web. Setelah kami cek,  situs web www.ppmiainpwt.com menggunakan https://www.poll-maker.com untuk melakukan voting. Form voting ini merupakan template form yang mirip dengan google form. Perbedaanya, https://www.poll-maker.com memiliki fitur yang lebih banyak. Sama halnya dengan penjelasan template di atas, form ini juga mempunyai dua versi, yakni free dan premium. Fasilitas yang didapatkan dari dua versi ini bisa dilihat pada gambar di bawah:




Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) IAIN Purwokerto Fajar Hardoyono berpendapat bahwa form voting yang digunakan www.ppmiainpwt.com efektif apabila dilihat dari sisi kecepatan dan kemudahan. Sebab, tidak perlu mendesain tampilan programnya dari nol, karena templatenya sudah disediakan. Tidak hanya itu, dalam pengerjaanya juga tidak membutuhkan waktu lama.

“Kalo dari sisi kecepatan dan kemudahan mendevelop aplikasi website untuk e-voting ya efektif, karena tidak butuh waktu lama serta gratis dalam membuatnya,” ungkap beliau.  

Sementara itu, PPM juga ternyata sempat mendatangi TIPD untuk meminta data seluruh mahasiswa yang diinput di Sistem Informasi Akademik IAIN Purwokerto. Namun, karena menyangkut kerahasiaan data personal mahasiswa, TIPD enggan memberikan. “Mereka minta data seluruh mahasiswa yang diinput di sisca, tidak saya berikan karena menyangkut kerahasiaan data personal mahasiswa,” ujar beliau saat dihubungi LPM Saka (Senin, 25/01/2021) malam.

Menurut penuturan beliau, alasan PPM meminta data tersebut untuk autentifikasi pemilih. Padahal, apabila PPM telah meminta mahasiswa untuk menginput data diri, autentifikasi tersebut harus menggunakan data yang mereka punya. “Kalo input sendiri berarti autentikasinya tidak pakai data dari kita,” tutup beliau.

Informasi terpisah, Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemiluwa) 2021 yang diselenggarakan daring, mendapat anggaran sebanyak 19 juta. Lantaran, PPM dan SEMA IAIN Purwokerto sepakat tidak menjawab. Mari, kita bertanya secara terbuka, dengan pertanyaan yang sama. Siapa vendor di balik situs web Pemiluwa? Lalu, berapa biaya yang digelontorkan untuk memfasilitasi situs web ini?

Penulis             : Umi Uswatun H.

Editor              : Ulfatul Khoolidah

 

8 comments:

  1. Ppm udah kerja keras, begadang sampe pagi masih ada aja yang nggunjingin Mulu kaya gini. Liat tuh masih ada Partai yang kampanye di hari tenang...ckuaks...

    ReplyDelete
  2. Yeee si tolol satu
    Koruptor di biarin gini nih ...
    Jgn jgn anda antexnya
    Xixixixix

    ReplyDelete
  3. Yee ini platform berita, punya bokingan partai mana nih?

    ReplyDelete
  4. Belajar korupsi sejak dini bung, lantang kalo demo tentang ketidak Adilan rakyat kecil, selamat mencoba.

    ReplyDelete
  5. Anon semua yang comment, pada kga punya nama apa malu sama namanya sendiri??

    ReplyDelete
  6. Terimakasih tulisanya sangat bermanfaat panjang umur perjuangan

    ReplyDelete
  7. I’ve been surfing online more than three hours today, yet I never found any interesting article like yours. It’s pretty worth enough for me. In my opinion, if all webmasters and bloggers made good content as you did, the web will be a lot more useful than ever before. 파워사다리

    ReplyDelete

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Powered by Blogger.