Menapak Tradisi Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadr



Ilustrasi: pinterest.com


Nuzulul Qur’an merupakan malam dimana malaikat Jibril menyampaikan wahyu untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira pada 17 Ramadhan berupa surat Al-‘Alaq ayat 1-5.  


Di Indonesia, dalam menyambut malam nuzulul qur’an setiap tanggal 17 Ramadhan telah, menjadi hal yang biasa dilakukan di setiap tahunnya., masjid-masjid mulai ramai diisi dengan berbagai tema kajian, nasi berkat pun menjadi hal yang menarik bagi masyarakat yang datang ke kajian di malam nuzulul Qur’an 


Melihat tendensi masyarakat terhadap nuzulul qur’an ini, berbeda dengan surat Al-Qadr ayat 1 bahwa Allah mengungkapkan “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar”. Namun, jika kita membahas mengenai malam lailatul qadar akan banyak perbedaan pendapat mengenai kapan malam yang lebih baik dari seribu bulan.


Menyimak narasi di atas, munculah suatu pertanyaan. Apa yang menjadi alasan turunnya al-qur’an pertama kali, bisa memiliki dua waktu sekaligus?


Dilansir dari ceramah Ustad Adi Hidayat Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk. Ia menjelaskan mengenai surat Al-Baqarah ayat 185 yang memilki arti: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)…” 


Kita dapat mengetahui bahwa turunnya Al-Qur’an dari penggalan ayat di atas yaitu pada saat bulan suci Ramadhan. Menariknya lagi, terdapat satu malam istimewa di bulan Ramadhan yang disebut sebagai lailatul qadr. Ustad Adi Hidayat menjelaskan qadr, bisa dipahami sebagai ketetapan Allah terkait alur kehidupan manusia dari kita belum ada sampai kembali kepada Allah. 


Dalam perjalanan kehidupan akan mendapati berbagai cobaan bahkan pilihan, maka perlulah adanya petunjuk. Inilah korelasi atau kedekatan Al-Qur’an dengan lalilatul qadr. Boleh jadi inilah alasan mengapa pada bulan Ramadhan kita sibuk dengan Al-Qur’an yang puncaknya sendiri yaitu pada lailatul qadr. Sedangkan nuzulul qur’an diperingati dengan maksud sebagai peringatan turun ayat Al-Qur’an yaitu surat Al-Alaq 1-5 yang disebutkan turunnya yaitu pada malam lailatul qadr. 


Buya Yahya menjelaskan perihal tanggal 17 Ramadhan sebagai penetapan nuzulul qur’an merupakan hasil ijtihad atau penggabungan antara nash dengan nash. Sedangkan turunnya Al-Qur’an pertama kali bukanlah di tanggal tersebut. Esensi nuzulul qur’an yaitu sebagai peringatan kepada umat Islam bahwa Al-Qur’an benar-benar diturunkan kepada Rasulullah untuk diimani. 


Dengan niat seperti itulah nuzulul quran dirayakan, tanpa adanya perselihan dari perbedaan pendapat mengenai kapan Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Meskipun di setiap tanggal 17 Ramadhan yang telah turun temurun terlaksana di Indonesia.


Kita bisa menarik suatu pemahaman yang perlu disadari bahwa penting mengimani bahwa Al-Qur’an benar-benar diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui Malaikat Jibril dan menjadi ibadah ketika kita membaca maupun berinteraksi dengan mengamalkannya.  


Terakhir, renungkan kembali kenikmatan yang Allah masih berikan kepada kita untuk bisa bertemu dengan lailatul qadr.


Penulis : Aolia Inas Sabrina (Divisi Media LPM SAKA)

Editor : Mukhammad Khoiru Tamam


Post a Comment

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Previous Post Next Post