Pembangunan Belum Selesai, Berikut Penjelasan Wakil Dekan Febi

Tampak Luar Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (foto: LPM Saka)

LPM SAKA, Purwokerto – Setelah diresmikan oleh Rektor IAIN Purwokerto pada (27/1/2020) lalu. Gedung baru perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dianggap masih belum selesai sesuai rencana awal.

Semula, pembangunan dijadwalkan selesai pada awal perkuliahan semester genap. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun LPM Saka, gedung yang terdiri dari enam lantai ini memakan waktu sekitar enam bulan. Sehingga, sampai sekarang, gedung ini masih menyisakan beberapa infrastruktur pembangunan dan fasilitas yang belum selesai.  


Wakil dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Iin Solikhin mengatakan, lantai tiga belum ada dana pasti, tetapi selanjutnya akan diperbaiki. Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, dialokasikan untuk membeli tanah demi menunjang kampus IAIN menjadi UIN.

”Dana pembangunan gedung berasal dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementrian Agama. Awalnya sekitar 30 miliar kemudian ada penyesuaian menjadi sekitar 23-25 miliar,” ungkapnya saat ditemui LPM Saka, (11/02/2020). 


 Lantai Tiga Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam  (12/2/2020).

Dari pantauan LPM Saka, lantai tiga gedung anyar ini belum bisa digunakan sebagaimana mestinya, nampak tiang-tiang beton dan tembok belum dicat. Tak hanya itu, asbes belum terpasang, di sudut ruangan terdapat genangan air dan bekas proyek pembangunan seperti peralatan dan bahan-bahan lainnya dibiarkan begitu saja.

Meski begitu, gedung ini sudah ramah bagi penyandang disabilitas. Tetapi, fasilitas penunjang lain seperti lift baru bisa berfungsi satu, akibatnya banyak mahasiswa yang mengantre menuju ke ruang kuliah yang berada di lantai empat, lima, dan enam. 

Mahasiswa terlihat sedang antre di depan lift (12/2/2020)

Iin Sholikhin  menambahkan, pembangunan memang belum seratus persen selesai, seiring berjalannya waktu nanti akan ada perbaikan. Alasan percepatan pembangunan untuk mengantisipasi terjadinya kuliah malam akibat kurangnya ruangan. 

"Untuk tahun 2019 rencana pembangunan memang sudah selesai seperti itu, dan untuk tahun 2020 memang belum ada angka nominal untuk perbaikan gedung. Tapi bukan berarti tidak akan diperbaiki," jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Ekonomi dan Bisnis Islam, Khairy Ahmad menuturkan banyak mahasiswa FEBI yang mengeluhkan fasilitas di gedung baru ini. 

“Perlu ada perbaikan dan ditingkatkan lagi dari segi fasilitas sarana dan prasarana karena belum sesuai dengan apa yang diharapkan,” pungkasnya.




Reporter : Diah Titi & Kharisma Linda
Editor     : Wahid Fahrur Annas

No comments

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Powered by Blogger.