6 Tips Belajar Desain Grafis, Strategi ATM Jadi Jalan Ninja

 

(Ilustator oleh DCS LPM Saka)

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi,perkembangan industri kreatif seperti desain grafis semakin banyak diminati. Desain Grafis juga menjadi bagian dari sebuah seni, dimana salah satu bentuk dari seni lukis yang mampu menciptakan atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan dan lain-lain. 

Belajar desain grafis juga bisa dilakukan secara mandiri atau otodidak. Menjadi pendesain grafis juga bisa menguntungkan salah satunya bisa menciptakan peluang usaha. Melihat pasar konten di media sosial, tentunya pasar desain grafis semakin meluas baik untuk kepentingan bisnis maupun pribadi. 

Berikut Tips Desain Grafis bagi Pemula secara Otodidak, antara lain:

1. Mencari referensi desain

Tak hanya pendesain pemula yang merasa kesusahan dalam mencari ide desain. Pendesain yang sudah lama bergelut di desain grafis juga terkadang masih kesulitan dalam mencari ide desain. Maka dari itu, pendesain grafis harus punya referensi desain dari berbagai sumber.

Kini banyak situs website yang bisa digunakan untuk pemula sebagai referensi untuk mendesain. Beberapa website yang biasa digunakan sebagai referensi desain seperti pinterest, freepik dan dribble.

2. Kuasai satu software terlebih dahulu

Pentingnya untuk menguasai minimal satu software desain agar bisa memaksimalkan semua fiturnya. Apabila sudah menguasai software tersebut kita akan mengetahui kekurangan dan kelebihannya sehingga kita bisa meminimalisir jika terdapat kekurangan dari software tersebut. Sebenarnya fungsi masing-masing software desain tidak jauh berbeda, biasanya letak perbedaannya terdapat pada nama tools nya namun fungsinya kurang lebih sama.

3. Desain minimalis

Jauhi desain yang terlalu banyak memakan ornamen baik warna maupun objek. Salah satu kunci desain yang stylish terletak pada kesederhanaan hasil desain namun tetap elegan. Permainan palet warna dan font yang tidak senada juga berpengaruh pada hasil desain.

Kebanyakan pendesain pemula, memiliki hasil desain yang masih rame karena transisi dari kebiasaan yang tidak pernah desain sampai akhirnya dituntut untuk bisa desain grafis. Seperti pepatah “bisa karena terbiasa” itu sangat cocok untuk pendesain grafis.

4. Pilih color palette yang senada

Pilihlah palet warna yang masih menyambung dengan objek lainnya. Misalnya backgroundnya menggunakan warna gelap, kemudian warna objek lain bisa menggunakan warna yang lebih terang. Gunakan referensi acuan warna seperti situs pantone agar bisa mengetahui gabungan dari beberapa warna yang akan cocok dengan desain. 

5. Penggunaan font yang tepat

Pilihlah font yang sesuai dengan karakter desain tersebut. Hindari penggunaan font yang terlalu ramai ornamennya. Guna memberikan kesan elegan gunakan font yang minimalis atau jangan berlebihan. Maksimal biasanya pendesain menggunakan 3 jenis style font saja.

Selain itu, perhatikan ukuran, ketebalan, jarak, font dan unsur-unsur lain karena hal tersebut berpengaruh pada hasil desain nanti. Kombinasikan font dengan gaya yang tepat dengan cara mencari referensi jenis-jenis font serta pilih font yang bisa terbaca.

6. Amati Tiru Modifikasi (ATM)

Mencoba membuat ulang atau meniru desain yang sudah pernah dibuat bisa menjadi pelatihan bagi pendesain grafis pemula. Strategi ATM (Amati Tiru Modifikasi) merupakan salah strategi yang sudah tidak asing digunakan. Strategi ATM bisa menjadi jalan ninja apabila stuck dengan ide desain. Pendesain grafis bisa memanfaatkan desain yang pernah dibuat, kemudian memodifikasi dengan sentuhan inovasi baru seperti warna, pemilihan font, bentuk dan lain-lain.

Itulah beberapa tips desain grafis bagi pemula secara otodidak yang bisa dicoba.




Penulis: Afgiani Purwaningtias

Post a Comment

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Previous Post Next Post